Berita Senayan
Network

Misbakhun: BI Harus Agresif Jaga Rupiah Tetap Stabil

Redaksi
Laporan Redaksi
Rabu, 04 Februari 2026, 11:06:25 WIB
Misbakhun: BI Harus Agresif Jaga Rupiah Tetap Stabil
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Ia menegaskan perlunya langkah intervensi yang lebih berani dan taktis dari Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas global.

Menurut Misbakhun, dinamika global seperti kebijakan high for longer bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta meningkatnya tensi geopolitik menuntut respons kebijakan moneter yang tidak biasa. Otoritas moneter, kata dia, tidak boleh bersikap pasif dengan hanya menunggu mekanisme pasar bekerja secara alami.

“Bank Indonesia perlu melakukan intervensi yang lebih agresif namun tetap terukur, baik di pasar valuta asing maupun obligasi. Volatilitas yang dibiarkan terlalu liar akan membentuk sentimen negatif di pasar,” ujar Misbakhun dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Ia menilai BI memiliki instrumen kebijakan yang memadai serta cadangan devisa yang kuat untuk memastikan tekanan terhadap rupiah tidak berlebihan hingga merembet ke sektor riil dan menggerus daya beli masyarakat.

Misbakhun menekankan bahwa stabilisasi nilai tukar bukan sekadar persoalan pergerakan angka, tetapi juga menyangkut kepercayaan investor dan pelaku usaha. Karena itu, ia mendorong optimalisasi instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan berbagai instrumen pro-pasar lainnya untuk menarik kembali capital inflow sekaligus menahan capital outflow.

Di sisi lain, legislator Partai Golkar ini menggarisbawahi kuatnya fundamental ekonomi nasional. Menurutnya, Indonesia menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik dibandingkan negara-negara sekelas, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, inflasi yang terjaga dalam target, serta kinerja neraca perdagangan yang solid.

“Fundamental ekonomi kita tidak rapuh. Di tengah ketidakpastian global yang menekan banyak negara, Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat,” katanya.

Menutup pernyataannya, Misbakhun menegaskan Komisi XI DPR RI akan terus mengawal serta mendukung langkah strategis BI dan pemerintah dalam bauran kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga menjadi kunci utama untuk memitigasi risiko global dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional (red)