Dasco: Pilpres Tetap Langsung, DPR Belum Bahas UU Pilkada
Senin, 19 Januari 2026, 13:54:22 WIB
JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa mekanisme pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat. Ia memastikan isu perubahan sistem pemilihan nasional tidak termasuk dalam pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu yang saat ini menjadi fokus DPR dan pemerintah.
“Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tetap dipilih langsung oleh rakyat. Tidak ada perubahan terhadap sistem tersebut,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Dasco menekankan, revisi UU Pemilu yang masuk agenda legislasi tidak berkaitan dengan perubahan sistem Pilkada. Ia menegaskan bahwa hingga kini DPR belum memiliki rencana untuk membahas revisi UU Pilkada, termasuk wacana kepala daerah dipilih melalui DPRD.
Menurut Dasco, DPR dan pemerintah telah sepakat bahwa RUU Pilkada belum masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. Karena itu, berbagai spekulasi publik terkait perubahan mekanisme Pilkada dinilainya belum memiliki dasar kebijakan yang jelas.
“RUU Pilkada belum masuk Prolegnas prioritas. Jadi belum ada pembahasan apa pun terkait itu,” ujarnya.
Senada dengan Dasco, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terdapat daftar inventaris masalah (DIM) resmi terkait RUU Pilkada. Kondisi tersebut membuat pembahasan revisi aturan Pilkada belum memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat.
Prasetyo menegaskan, setiap perubahan undang-undang akan ditempuh melalui proses legislasi yang transparan dan sesuai prinsip demokrasi serta kedaulatan rakyat. Dengan demikian, pemerintah dan DPR meminta masyarakat tidak berspekulasi berlebihan terhadap isu perubahan sistem pemilihan kepala daerah (red)
Berita terkait
Misbakhun: BI Harus Agresif Jaga Rupiah...
Amelia Anggraini: AI Nasional Harus Lindungi...
Hasbiallah Ilyas: Kejahatan Lingkungan Picu Bencana,...
Habib Syarief: Kemendikdasmen Harus Usut Tuntas...
Kaisar Abu Hanifah: Bonus Demografi Terancam...
Usman Husin: Bantuan Kapal Nelayan Harus...
Berita Terbaru
Tentang Email antara Jeffrey Epstein dan...
Misbakhun: BI Harus Agresif Jaga Rupiah...
