Berita Senayan
Network

Mori Hanafi: KSOP Wajib Perketat Pengawasan Kapal Wisata NTB

Redaksi
Laporan Redaksi
Jumat, 02 Januari 2026, 14:30:23 WIB
Mori Hanafi: KSOP Wajib Perketat Pengawasan Kapal Wisata NTB
Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, meminta Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) memperketat pengawasan terhadap operasional kapal wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menilai pengawasan yang ketat dan berkelanjutan menjadi kunci utama mencegah kecelakaan laut di daerah tujuan wisata.

Menurut Mori, rentetan kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo harus dijadikan peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan sektor transportasi laut, termasuk di NTB yang memiliki intensitas wisata bahari tinggi.

“Keselamatan pelayaran tidak boleh ditawar. KSOP harus memastikan setiap kapal yang beroperasi benar-benar laik laut dan diawaki kru yang kompeten,” ujar Mori, Jumat (2/1/2026).

Ia menegaskan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem beberapa hari sebelumnya, mulai dari gelombang tinggi hingga angin kencang. Karena itu, seluruh pihak terkait wajib mematuhi larangan berlayar dan prosedur keselamatan yang berlaku.

“Ketika peringatan cuaca sudah jelas, maka keputusan untuk menunda atau melarang pelayaran harus diambil tegas. Jangan ada kompromi yang mengorbankan keselamatan penumpang,” katanya.

Mori menekankan, NTB sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional dan internasional harus memberikan jaminan rasa aman bagi wisatawan. Kawasan Gili Tramena, sebagai pusat aktivitas wisata laut, menurutnya membutuhkan pengawasan ekstra.

“Wisata bahari harus didukung sistem keselamatan yang kuat. Negara tidak boleh abai dalam melindungi wisatawan yang datang,” tegas legislator Fraksi Partai NasDem itu.

Ia juga mengingatkan bahwa pengawasan kapal wisata tidak boleh bersifat reaktif atau hanya dilakukan setelah terjadi insiden. Pemeriksaan rutin, audit keselamatan, dan penegakan sanksi harus dilakukan secara konsisten.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan serta mempertahankan citra NTB sebagai destinasi wisata yang aman, profesional, dan berkelas dunia (red)