Berita Senayan
Network

PKB Desak Penghentian Impor Gula Konsumsi 2026

Redaksi
Laporan Redaksi
Rabu, 24 Desember 2025, 21:08:33 WIB
PKB Desak Penghentian Impor Gula Konsumsi 2026
Anggota Komisi IV DPR RI FPKB, Hindun Anisah,



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hindun Anisah, menegaskan pentingnya penghentian impor gula konsumsi mulai 2026 sebagai langkah melindungi petani tebu dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurut Hindun, keberhasilan swasembada gula konsumsi tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari konsistensi pemerintah dalam menutup keran impor gula putih.

“Jika pada 2026 impor gula konsumsi masih terjadi, maka target swasembada hanya akan menjadi slogan. Harus ada sanksi tegas,” ujar Hindun, Rabu (24/12/2025).

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi gula nasional saat ini mencapai 2,68 juta ton. Pemerintah menargetkan produksi gula nasional pada 2026 dapat menembus 3 juta ton agar kebutuhan gula konsumsi dalam negeri terpenuhi tanpa impor.

Hindun menilai penghentian impor akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani tebu. Tanpa masuknya gula impor, hasil panen petani dapat terserap optimal dan harga gula di tingkat petani menjadi lebih stabil.

“Petani tebu akan lebih terlindungi. Produksi dalam negeri terserap, harga stabil, dan semangat bertani meningkat,” katanya.

Legislator asal Jawa Tengah itu juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan produksi gula melalui pengembangan sentra tebu, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Ia mencontohkan Pabrik Gula Rendeng di daerah pemilihannya yang menargetkan produksi 20 ribu ton gula pada masa giling 2025, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Hindun, konsistensi kebijakan pemerintah menjadi kunci utama agar swasembada gula konsumsi benar-benar terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh petani.

“Petani harus menjadi pihak utama yang merasakan manfaat swasembada. Mereka adalah ujung tombak ketahanan pangan nasional,” tutupnya (red)