PDIP Soroti Krisis Lingkungan dalam Peringatan Hari Ibu
Kamis, 18 Desember 2025, 17:59:25 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – PDI Perjuangan (PDIP) memanfaatkan momentum peringatan Hari Ibu 2025 untuk menyoroti krisis lingkungan hidup yang kian mengkhawatirkan di Indonesia. Isu tersebut mengemuka dalam acara bertema “Merawat Pertiwi: Perempuan Tangguh, Pertiwi Utuh” yang digelar di Ballroom Jayakarta, Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara simbolis menyerahkan bibit pohon kepada kepala daerah perempuan dan ketua DPRD perempuan dari PDIP. Aksi itu dinilai sebagai pesan politik lingkungan hidup yang konsisten digaungkan partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Penyerahan bibit dilakukan Megawati bersama Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, istri Gubernur DKI Jakarta Endang Nugrahani, serta Ketua DPP PDIP Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau Bintang Puspayoga.
Bintang Puspayoga menyatakan, kegiatan menanam pohon bukan sekadar seremoni, melainkan respons nyata terhadap kerusakan lingkungan yang semakin sering memicu bencana alam di berbagai daerah.
“Gerakan Perempuan Menanam adalah ajakan agar kader perempuan PDIP terlibat langsung dalam menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Bintang.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis, baik di lingkup keluarga maupun di ruang publik, sehingga mampu menjadi agen perubahan dalam menghadapi krisis iklim dan degradasi lingkungan.
Sorotan terhadap krisis lingkungan juga disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam Konferda DPD PDIP DIY di Yogyakarta, Sabtu (6/12/2025). Hasto menilai maraknya bencana alam, seperti banjir dan longsor di sejumlah wilayah, merupakan sinyal serius rusaknya keseimbangan alam.
“Alam raya sedang tidak baik-baik saja. Ketidakseimbangan ini adalah akibat dari perilaku manusia yang mengeksploitasi alam secara berlebihan,” kata Hasto.
Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan sistem pembangunan yang tidak adil, terutama penguasaan lahan oleh segelintir pihak, konversi hutan menjadi perkebunan skala besar, serta lemahnya penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan.
Hasto menegaskan, sejak era Bung Karno hingga kepemimpinan Megawati Soekarnoputri, PDIP menempatkan politik lingkungan hidup sebagai bagian dari ideologi partai. Bung Karno dikenal menolak konsesi hutan kepada korporasi, sementara Megawati konsisten menentang perluasan lahan sawit dan membudayakan gerakan menanam pohon.
“Ibu Megawati selalu menekankan bahwa setiap pohon memiliki hak untuk hidup. Merawat alam adalah bentuk cinta terhadap kehidupan dan masa depan bangsa,” ujarnya.
Melalui peringatan Hari Ibu ini, PDIP berharap kesadaran kolektif terhadap krisis lingkungan dapat semakin menguat, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan pembangunan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan (red)
Berita terkait
AMPG DKI Umumkan 301 Pengurus Baru,...
Anas Urbaningrum: Kompetisi Politik Harus Ksatria...
Dukung Pemutusan Akses Grok, Ketua KPPG...
Prasetyo Hadi: Sikap Demokrat Soal Pilkada...
Hadapi Pemilu 2029, Kaesang Pangarep: PSI...
Sarmuji: Komunikasi Informal Antarpartai Bahas Koalisi...
Berita Terbaru
Menopang Ekonomi Indonesia di 2026 :...
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
