Chusnunia: Program MBG Peluang Besar Bagi UMKM Pangan
Kamis, 18 Desember 2025, 20:48:41 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi pengungkit pertumbuhan UMKM sektor pangan di Indonesia. Dengan alokasi anggaran yang mayoritas digunakan untuk pengadaan bahan baku, program ini dinilai mampu memperluas dampak ekonomi hingga ke tingkat desa.
Menurut politisi yang akrab disapa Nunik tersebut, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 tentang Tata Kelola Pengelolaan MBG secara tegas mengamanatkan penggunaan produk dalam negeri sebagai prioritas utama. Ketentuan ini membuka ruang luas bagi UMKM, petani, nelayan, dan peternak lokal untuk terlibat langsung sebagai pemasok bahan pangan.
“Sekitar 85 persen anggaran MBG dialokasikan untuk bahan baku dapur, seperti sayuran, hasil peternakan, perikanan, dan perkebunan. Ini adalah peluang nyata bagi 29 juta UMKM sektor pangan untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Chusnunia, Kamis (18/12).
Ia menilai keterlibatan UMKM dalam Program MBG tidak hanya penting untuk memastikan ketersediaan pangan bergizi, tetapi juga sebagai strategi pemerataan ekonomi. Menurutnya, pengalaman sejumlah negara menunjukkan program makan bergizi dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi rakyat.
Chusnunia mencontohkan Program Makan Siang Sekolah di Brasil, Programa Nacional da Alimentacao Escolar (PNAE), yang berhasil melibatkan petani kecil sebagai pemasok utama bahan pangan. Model tersebut dinilai relevan untuk diterapkan di Indonesia dengan penyesuaian kondisi lokal.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional, hingga saat ini sekitar 40 ribu UMKM telah terlibat dalam Program MBG. Meski demikian, Chusnunia mengingatkan masih terdapat berbagai kendala yang perlu segera diatasi agar keterlibatan UMKM semakin optimal.
“Tantangannya antara lain standarisasi kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan, minimnya informasi teknis, serta keterbatasan akses pembiayaan,” jelasnya.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah agar lebih aktif memberikan pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi sertifikasi bagi UMKM agar dapat memenuhi persyaratan sebagai pemasok Program MBG.
“UMKM harus diperkuat dari hulu ke hilir. Jika mereka siap menjadi pemasok, manfaat ekonomi Program MBG akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Chusnunia menegaskan, dengan mendorong penggunaan produk industri rumahan dan lokal, Program MBG dapat menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja baru, serta memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang sehat dan berkualitas (red)
Berita terkait
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
Hetifah Sjaifudian: Percepatan Pemulihan Infrastruktur Sekolah...
Eko Wahyudi: SPHP Penting Tekan Inflasi...
Fauzi Amro: APBN Jangan Tambal Jalan...
Christiany Eugenia Paruntu: Bawang Ilegal Berpenyakit...
Herman Khaeron: Pilkada DPRD Efisien Jaga...
Berita Terbaru
Menopang Ekonomi Indonesia di 2026 :...
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
