TANGERANG, BERITA SENAYAN – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menekankan pentingnya fondasi moral dalam praktik politik modern. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Banten, sebagai bagian dari upaya membangun politik yang lebih beretika dan berpihak pada rakyat.
Ahmad Ali mengingatkan bahwa politik yang kehilangan nilai akan mudah berubah menjadi alat penindasan. Karena itu, ia mengajak kader PSI untuk menjadikan pesantren, kiai, dan ulama sebagai rujukan nilai dalam berpolitik, agar kekuasaan tetap memiliki arah dan nurani.
“Politik tanpa nilai akan berubah jadi alat penindasan. Jadikan pesantren, kiai, dan ulama sebagai guru. Dengan itu, kita punya kompas moral di tengah politik yang penuh kepentingan dan tipu daya,” ujar Ahmad Ali.
Menurutnya, nilai moral dan etika harus menjadi pegangan utama kader PSI, baik dalam perjuangan politik maupun saat menjalankan jabatan publik. Tanpa landasan tersebut, kekuasaan hanya akan melahirkan praktik politik transaksional yang menjauhkan negara dari rakyatnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Ali juga menyinggung realitas sosial masyarakat yang masih menjadi korban politik lama. Ia menilai rakyat telah bekerja keras dan membayar pajak, namun kerap tidak merasakan kehadiran negara secara nyata.
Ia menegaskan bahwa PSI hadir membawa pendekatan berbeda, dengan menempatkan rakyat sebagai pusat dari seluruh kebijakan dan keputusan politik. Nilai moral, kata dia, menjadi pembeda utama PSI dari praktik politik feodal dan balas jasa yang selama ini mengakar.
“Jika politik kita punya nilai, maka yang diutamakan pasti kepentingan rakyat, bukan kepentingan partai atau elite,” tegasnya.
Melalui Rakorwil PSI Banten, Ahmad Ali berharap kader PSI semakin matang secara ideologis dan moral, sehingga mampu menghadirkan politik yang lebih manusiawi, adil, dan dekat dengan kehidupan rakyat sehari-hari (red).

Berita terkait