Huda Minta Pemerintah Siaga Hadapi Siklon 93S di Indonesia Timur
Sabtu, 13 Desember 2025, 16:09:19 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Kemunculan bibit siklon tropis 93S di wilayah timur Indonesia berpotensi memicu cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini atas fenomena tersebut yang diperkirakan berdampak pada wilayah perairan dan daratan di sejumlah provinsi.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaiful Huda, menilai ancaman bibit siklon tropis ini harus direspons secara serius oleh pemerintah pusat dan daerah. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini agar potensi bencana dapat ditekan seminimal mungkin.
“Peringatan dari BMKG harus menjadi rujukan utama. Pendekatan berbasis sains mutlak diperlukan agar pemerintah tidak terlambat merespons dan masyarakat dapat terlindungi,” ujar Huda, Sabtu (13/12/2025).
Berdasarkan analisis BMKG, bibit siklon tropis 93S berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran dan keselamatan nelayan serta warga pesisir.
Selain itu, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan NTT. Huda mengingatkan bahwa curah hujan tinggi tersebut dapat memicu banjir bandang dan tanah longsor di daerah rawan.
“Wilayah yang memiliki tingkat kerawanan longsor harus menjadi prioritas perhatian. Kita tidak ingin bencana berulang seperti yang sebelumnya terjadi di sejumlah daerah di Sumatera,” katanya.
Huda juga menyoroti pentingnya sistem peringatan dini yang efektif hingga ke tingkat masyarakat. Ia mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan sarana komunikasi berbasis kearifan lokal agar informasi cepat diterima warga.
“Sirene, pengeras suara tempat ibadah, hingga kentongan bisa menjadi sarana efektif agar warga segera mengungsi saat kondisi darurat,” ujarnya.
Selain mitigasi, pemerintah diminta menyiapkan titik evakuasi dan memastikan kesiapan aparat penanggulangan bencana. Huda menegaskan bahwa kesiapsiagaan Basarnas, BNPB, dan BPBD sangat menentukan dalam menyelamatkan korban saat bencana terjadi.
“Kecepatan dan ketepatan respons adalah kunci. Jangan sampai kehilangan golden time ketika bencana datang,” pungkasnya (red)
Berita terkait
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
Hetifah Sjaifudian: Percepatan Pemulihan Infrastruktur Sekolah...
Eko Wahyudi: SPHP Penting Tekan Inflasi...
Fauzi Amro: APBN Jangan Tambal Jalan...
Christiany Eugenia Paruntu: Bawang Ilegal Berpenyakit...
Herman Khaeron: Pilkada DPRD Efisien Jaga...
Berita Terbaru
Menopang Ekonomi Indonesia di 2026 :...
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
