Berita Senayan
Network

Bahtra Banong : Bank Daerah Harus Berorientasi Profit dan Publik

Redaksi
Laporan Redaksi
Kamis, 11 Desember 2025, 07:02:24 WIB
Bahtra Banong : Bank Daerah Harus Berorientasi Profit dan Publik
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong



MAKASSAR, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Bank Sulselbar tidak boleh hanya mengejar keuntungan, tetapi juga wajib menjalankan fungsi pelayanan publik dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Kantor Bank Sulselbar, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/12/2025).

Bahtra mengatakan BUMD memiliki tanggung jawab ganda, yakni sebagai institusi bisnis yang harus menghasilkan profit sekaligus sebagai instrumen pembangunan ekonomi daerah.

“Bank daerah memang harus berorientasi profit, tetapi di sisi lain mereka wajib memberikan pelayanan publik dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Kalau hanya mengejar bisnis, tapi tidak punya dampak ke masyarakat dan PAD, itu menjadi masalah,” ujarnya kepada Parlementaria.

Soroti Prioritas Kredit Produktif

Dalam dialog dengan jajaran direksi, Bahtra menekankan pentingnya penyaluran kredit produktif untuk UMKM, pertanian, perikanan, dan sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

“Bank Sulselbar harus hadir di tengah masyarakat Sulsel dan Sulbar. Dampaknya harus terasa,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kinerja Bank Sulselbar yang disebut kompetitif di antara BPD lain, dengan pertumbuhan mencapai 8,4 persen. Namun, ia menyebut bahwa capaian tersebut harus tercermin dalam manfaat yang dirasakan publik.

“Pertumbuhannya baik, tapi manfaatnya harus lebih besar lagi,” kata Bahtra.

Komisi II mendorong Bank Sulselbar untuk memperkuat kontribusi terhadap ekonomi daerah melalui efisiensi operasional, diversifikasi layanan, dan memperluas jangkauan pelayanan. Menurut Bahtra, peran BUMD harus nyata dalam menurunkan biaya layanan publik dan memperluas akses pembiayaan yang lebih inklusif.

“Kami ingin bank daerah menjadi motor pembangunan, bukan penonton,” tutup Politisi Fraksi Gerindra tersebut (red)