Berita Senayan
Network

Prabowo Setuju Usulan Golkar Hapus Pilkada Langsung

Redaksi
Laporan Redaksi
Sabtu, 06 Desember 2025, 07:38:38 WIB
Prabowo Setuju Usulan Golkar Hapus Pilkada Langsung
Presiden Prabowo dalam acara HUT Golkar, Jum'at (05/12)



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Presiden Prabowo Subianto menyambut positif gagasan Partai Golkar yang mengusulkan agar kepala daerah tidak lagi dipilih secara langsung oleh rakyat. Usulan tersebut dinilai sebagai langkah untuk menekan ongkos politik yang selama ini dinilai mahal dan rawan memicu praktik korupsi.

Menurut Prabowo, pemilihan kepala daerah dapat dilakukan melalui parlemen, baik DPR di tingkat provinsi maupun DPRD di tingkat kabupaten dan kota. Ia menegaskan bahwa sistem demokrasi Indonesia perlu terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan bangsa.

“Demokrasi kita harus kita cari jalan sendiri. Apa yang disampaikan Partai Golkar harus kita pertimbangkan dengan baik-baik,” ujar Prabowo saat berpidato dalam puncak peringatan HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Prabowo menekankan bahwa demokrasi seharusnya meminimalkan praktik politik uang dan ongkos politik yang tinggi. Ia menilai mahalnya biaya politik menjadi salah satu sumber utama terjadinya korupsi di berbagai level pemerintahan.

“Politik mahal itu antara lain adalah sumber korupsi yang sangat besar. Saya mengajak seluruh kekuatan politik, ayo kita berani memberi solusi agar kita tetap demokratis tapi tidak buang-buang uang,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan efektivitas pemilihan langsung kepala daerah jika masyarakat sudah lebih dulu memilih anggota DPR dan DPRD. Menurutnya, pemilihan bisa dilakukan satu kali dengan mandat kepada parlemen untuk menentukan kepala daerah.

“Kalau sudah memilih DPR dan DPRD kabupaten/kota dan provinsi, kenapa tidak sekalian saja mereka yang memilih gubernur, wali kota, dan bupati?” kata Prabowo.

Prabowo mencontohkan sejumlah negara yang telah menerapkan sistem serupa, seperti Malaysia, India, Inggris, Kanada, hingga Australia, yang dikenal memiliki sistem politik dengan biaya relatif rendah.

“Ini pemikiran Golkar yang harus kita pertimbangkan secara sungguh-sungguh. Mari kita berani melihat ke depan. Demokrasi Indonesia harus bercirikan persaingan, tapi setelah itu bersatu dan gotong royong,” pungkas Prabowo (red)