Berita Senayan
Network

Kereta Petani-Pedagang Resmi Beroperasi, Usman Husin : Langkah Perkuat Logistik

Redaksi
Laporan Redaksi
Senin, 01 Desember 2025, 17:26:05 WIB
Kereta Petani-Pedagang Resmi Beroperasi, Usman Husin : Langkah Perkuat Logistik
Anggota DPR RI F-PKB, Usman Husin



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin, menyambut baik beroperasinya Kereta Petani–Pedagang yang mulai berjalan pada Senin (1/12/2025). Kereta khusus dengan rute Merak–Rangkasbitung, Banten, itu dinilai menjadi terobosan penting dalam memperkuat rantai pasokan dan distribusi hasil pertanian.

Usman menegaskan bahwa selama ini masalah transportasi menjadi salah satu hambatan utama petani dan pedagang dalam menyalurkan komoditas ke pasar yang lebih luas. Kehadiran moda transportasi khusus dianggap mampu menjawab tantangan distribusi yang selama ini berlarut.

“Kami bersyukur dengan adanya kereta khusus petani dan pedagang ini. Kereta ini sangat membantu para petani dan pedagang yang selama ini kesulitan menyalurkan hasil pertaniannya. Dengan fasilitas ini, kami berharap tidak ada lagi hambatan bagi mereka untuk memasok komoditas ke kota lainnya,” ujar Usman di Jakarta.

Ia juga menyoroti pentingnya transportasi murah dan dapat diandalkan. Dengan tarif khusus sebesar Rp3.000, Usman menilai kebijakan tersebut tidak membebani petani dan pedagang kecil.

Menurut legislator asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, distribusi yang tidak optimal berdampak langsung pada pendapatan petani. Pembatasan pasar membuat mereka sulit meraih keuntungan dari hasil panen.

Lebih lanjut, Usman menjelaskan bahwa pemanfaatan layanan KAI Commuter dapat memangkas mata rantai distribusi yang selama ini menambah biaya logistik. Dengan akses lebih mudah, petani bisa membawa hasil panen langsung ke konsumen.

“Ini akan memangkas jalur distribusi yang panjang dan memberi keuntungan lebih besar kepada mereka,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya evaluasi berkala agar program ini tetap relevan dan efektif. Ia menyoroti aspek pembatasan barang bawaan, jadwal perjalanan, dan kapasitas angkut yang perlu diatur dengan baik agar tidak mengurangi manfaat program.

Sebelumnya, KAI Commuter menetapkan pembatasan barang maksimal dua koli per orang dengan ukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm per koli. Barang berbau menyengat, hewan ternak, bahan mudah terbakar, serta senjata tajam dan api dilarang dibawa.

Kereta pertama diberangkatkan dari Stasiun Merak pukul 05.05 dan tiba di Stasiun Rangkasbitung pukul 06.56. Setiap pengguna mendapat kuota perjalanan 30 kali pulang–pergi per bulan, dengan total biaya Rp180.000 per petani (red)