Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru Perkuat Peran Perempuan
Sabtu, 29 November 2025, 19:00:11 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Pengajian Al Hidayah resmi melantik pengurus periode 2025–2030 dengan penegasan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi komitmen untuk memperkuat kontribusi organisasi perempuan dalam dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua Umum Pengajian Al Hidayah, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa organisasi tersebut sejak awal dibangun atas dasar semangat dakwah dan penguatan peran perempuan dalam pembangunan nasional. Ia menyampaikan bahwa tantangan era digital menuntut perempuan untuk semakin aktif menjaga ketahanan moral, spiritual, dan literasi keluarga.
“Kita bukan hanya komunitas pengajian, tetapi bagian dari ekosistem pemberdayaan perempuan. Kita memperkuat dakwah, literasi, pendidikan anak, literasi digital, hingga aksi sosial,” ujar Hetifah dalam acara pelantikan pengurus DPP Pengajian Al Hidayah di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).
Hetifah menambahkan bahwa amanah sebagai ketua umum bukan hadiah, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan profesionalitas, kekompakan, dan keikhlasan. Ia menjelaskan bahwa periode kepengurusan 2025–2030 akan fokus pada tiga agenda utama.
Pertama, peningkatan kualitas pengajian melalui penguatan interaksi dengan Al-Qur’an serta pendidikan karakter keluarga. Kedua, pemberdayaan ekonomi dan digitalisasi perempuan agar lebih mandiri dan terlindungi dari risiko di era digital. Ketiga, penguatan tata kelola organisasi lewat kolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan, sinergi nasional, advokasi sosial, dan kegiatan kemanusiaan.
“Selama ini, Pengajian Al Hidayah mendapatkan apresiasi dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia karena konsistensinya menjangkau berbagai daerah. Dengan semangat baru, kami optimistis dapat terus menjadi teladan bagi perempuan Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat Pengajian Al Hidayah, Sri Suparni Bahlil, menyampaikan bahwa sejalan dengan perkembangan zaman, pengajian perlu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah dan edukasi.
“Pengajian Al Hidayah harus menjadi pelopor transformasi digital yang menginspirasi, mendidik, dan menggerakkan ekosistem digital yang aman dan religius,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa platform digital merupakan ruang strategis untuk memperluas jangkauan dakwah dan memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah.
“Dengan ribuan kader di seluruh Indonesia, apabila teknologi dimanfaatkan secara tepat, Insya Allah cahaya Al Hidayah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, baik melalui majelis pengajian, kegiatan sosial, maupun ruang digital,” tutupnya (red).
Berita terkait
AMPG DKI Umumkan 301 Pengurus Baru,...
Anas Urbaningrum: Kompetisi Politik Harus Ksatria...
Dukung Pemutusan Akses Grok, Ketua KPPG...
Prasetyo Hadi: Sikap Demokrat Soal Pilkada...
Hadapi Pemilu 2029, Kaesang Pangarep: PSI...
Sarmuji: Komunikasi Informal Antarpartai Bahas Koalisi...
Berita Terbaru
Menopang Ekonomi Indonesia di 2026 :...
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
