Rina Sa’adah Desak Usut Tuntas Kasus Beras Ilegal
Selasa, 25 November 2025, 14:05:35 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Masuknya 250 ton beras ilegal asal Thailand ke Indonesia melalui Pelabuhan Bebas Sabang, Aceh, mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Rina Sa’adah. Ia mendesak pemerintah mengusut tuntas kronologi kasus tersebut serta mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat, mulai dari pelaku lapangan hingga jaringan penyelundupan terorganisir.
Rina menilai temuan ini bertentangan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menutup keran impor beras demi memperkuat kedaulatan pangan nasional. Pemerintah diminta mengumumkan hasil penyelidikan secara transparan dan memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran.
“Kami mengecam masuknya 250 ton beras ilegal dari Thailand. Ini pelanggaran serius terhadap amanah Presiden Prabowo yang menutup impor beras. Pemerintah harus mengusut tuntas dan tidak boleh ada yang bermain-main dengan kebijakan nasional. Jika sudah diketahui siapa dalangnya, kenakan sanksi tegas tanpa kompromi,” tegas Rina di Jakarta, Senin (24/11/2025).
Ia menyebut masuknya ratusan ton beras menunjukkan lemahnya pengawasan hingga membuka ruang penyelundupan. Rina meminta pemerintah melakukan audit menyeluruh agar praktik serupa tidak kembali terjadi.
“Fakta bahwa 250 ton beras bisa masuk menunjukkan adanya celah yang tampaknya sudah lama dimanfaatkan. Pemerintah perlu menutup celah itu dan menindak siapa pun yang terlibat,” ujarnya.
Menurut Rina, jumlah 250 ton mengindikasikan keterlibatan jaringan besar dengan dukungan logistik kuat. Karena itu, penyelidikan tidak boleh berhenti pada level pelaku lapangan.
“Ini bukan pelanggaran biasa. Pemerintah harus membongkar sampai ke akar, bukan hanya menangkap pelaku lapangan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi, bahwa beras ilegal berpotensi mengganggu stabilitas harga dan merugikan petani lokal karena biasanya dijual dengan harga lebih murah.
“Jumlah kecil saja bisa mengganggu pasar, apalagi ratusan ton. Ini ancaman bagi daya saing petani dan ketahanan pangan,” jelasnya.
Saat ini stok beras nasional berada pada posisi aman, hampir 4,2 juta ton. Namun Rina mengingatkan agar situasi stok yang stabil tidak membuat pengawasan melemah.
Kasus temuan beras ilegal di Sabang berawal dari laporan penemuan 250 ton beras impor di sebuah gudang. Menteri Pertanian Amran telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk menghentikan aktivitas di lokasi serta memastikan barang tersebut tidak beredar di masyarakat (red)
Berita terkait
RUU Komoditas Strategis Dinilai Abaikan Potensi...
Kekerasan Anak di Sekolah Meningkat, DPR...
Geger Ibu Hamil Meninggal Usai Ditolak...
Selly Desak Revisi Jadwal Masyair Demi...
DPR Minta SOP Anti-Bullying Diterapkan di...
DPR Minta Transparansi Penugasan TNI-BAIS Amankan...
Berita Terbaru
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
