Neng Eem Desak Pemeriksaan Kesehatan Haji Diperketat Sejak Awal
Kamis, 06 November 2025, 17:43:56 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah, menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan menyeluruh sejak tahap awal bagi calon jemaah haji 2026. Hal ini menyusul kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi yang memperketat standar kesehatan bagi seluruh jemaah haji dari berbagai negara.
Neng Eem meminta pemerintah Indonesia memastikan seluruh proses skrining kesehatan dilakukan lebih ketat, terintegrasi, dan tidak hanya bersifat administratif. Menurutnya, langkah itu penting untuk mencegah risiko kesehatan serius yang kerap terjadi selama pelaksanaan ibadah haji.
“Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan sejak awal secara benar dan menyeluruh. Jangan sampai ada calon jemaah yang lolos tanpa memenuhi syarat istithaah. Kita ingin jemaah yang berangkat benar-benar memiliki kesiapan fisik dan mental,” ujar Neng Eem di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Ia juga meminta Kementerian Haji dan Umrah RI memperkuat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Koordinasi tersebut dinilai krusial untuk memastikan standar kesehatan nasional sejalan dengan persyaratan baru yang diberlakukan Pemerintah Arab Saudi.
“Koordinasi lintas kementerian itu wajib, agar pemeriksaan sesuai peraturan yang telah disepakati. Ini bukan hanya soal kepatuhan pada kebijakan Saudi, tetapi untuk keselamatan jemaah kita sendiri,” tegasnya.
Neng Eem menjelaskan bahwa rangkaian ibadah haji memiliki tingkat aktivitas fisik tinggi, terutama pada masa puncak ibadah di Arafah, Mina, dan Muzdalifah. Karena itu, calon jemaah wajib memenuhi standar istithaah agar tidak menghadapi risiko kesehatan yang dapat mengancam keselamatan.
Ia mengingatkan bahwa sejumlah kondisi medis tidak diperbolehkan untuk berangkat haji, seperti gagal organ vital, penyakit menular aktif, gangguan kejiwaan berat, kanker stadium lanjut, penyakit jantung tidak terkontrol, serta diabetes dan hipertensi yang tidak stabil.
“Rangkaian haji membutuhkan fisik kuat. Tawaf, sai, hingga puncak haji itu sangat melelahkan. Karena itu, hanya jemaah yang benar-benar sehat yang boleh berangkat. Jangan memaksakan diri,” kata Neng Eem.
Ia berharap pemerintah dapat memperketat tahapan pemeriksaan agar proses seleksi kesehatan menjadi lebih akurat dan tepat sasaran. Dengan demikian, jemaah yang berangkat pada 2026 benar-benar memenuhi syarat istithaah sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau sejak awal pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, maka jemaah yang tidak memenuhi syarat bisa dipetakan lebih awal. Ini untuk kebaikan mereka sendiri,” tutupnya (red)
Berita terkait
RUU Komoditas Strategis Dinilai Abaikan Potensi...
Kekerasan Anak di Sekolah Meningkat, DPR...
Geger Ibu Hamil Meninggal Usai Ditolak...
Selly Desak Revisi Jadwal Masyair Demi...
DPR Minta SOP Anti-Bullying Diterapkan di...
Rina Sa’adah Desak Usut Tuntas Kasus...
Berita Terbaru
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
