Arzeti Bilbina Pertanyakan India Jadi Role Model MBG
Minggu, 02 November 2025, 20:01:32 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) meninjau ulang rencana menjadikan India sebagai role model dalam peningkatan mutu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai keputusan tersebut harus dikaji secara objektif, transparan, dan sesuai konteks Indonesia.
“Kita boleh belajar dari negara mana pun, tetapi kebijakan harus berbasis bukti dan cocok dengan kondisi Indonesia,” ujar Arzeti di Jakarta, Minggu (2/11/2025).
Arzeti mempertanyakan dasar pemilihan India, mengingat Global Hunger Index (GHI) 2025 menempatkan negara itu di peringkat 102 dari 123 negara dengan kategori serius.
“Kalau indikator kelaparan dan gizi India masih rendah, apa alasan menjadikannya model untuk MBG? Ini harus dijelaskan terbuka,” tegas politisi PKB tersebut.
Ia juga menyoroti proses pengambilan kebijakan di BGN, khususnya mengenai rekomendasi pihak yang mendorong pemilihan India sebagai rujukan. “BGN harus menjelaskan siapa yang memberi masukan, apa dasar kajiannya, dan bagaimana mekanisme pemilihannya. Jangan sampai kebijakan publik diambil tanpa transparansi,” tambahnya.
Sebagai alternatif, Arzeti menyarankan BGN mengacu pada negara dengan manajemen gizi terbaik berdasarkan laporan World Food Programme (WFP) dan School Meals Coalition. Ia menyebut lima negara yang dinilai berhasil membangun program gizi nasional:
-
Finlandia – integrasi data sekolah, layanan kesehatan, dan makan gratis berbasis pangan lokal.
-
Jepang – pendidikan gizi (shokuiku) dan makan siang sekolah seimbang.
-
Norwegia – sistem pangan berkelanjutan dengan pengawasan gizi ketat.
-
Belanda – kebijakan publik gizi terintegrasi berbasis makanan nabati.
-
Korea Selatan – memimpin Asia dalam ketahanan gizi melalui regulasi makanan dan pemanfaatan pangan lokal.
“Negara-negara itu terbukti menjaga ketahanan pangan dan kualitas gizi dengan sistem yang efisien dan transparan,” tegas Arzeti.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa Indonesia meminta dukungan teknis dari India terkait pelaksanaan program MBG. Ia menyebut India dipilih karena pengalaman mereka dalam menjalankan program makan sekolah berskala nasional (red)
Berita terkait
RUU Komoditas Strategis Dinilai Abaikan Potensi...
Kekerasan Anak di Sekolah Meningkat, DPR...
Geger Ibu Hamil Meninggal Usai Ditolak...
Selly Desak Revisi Jadwal Masyair Demi...
DPR Minta SOP Anti-Bullying Diterapkan di...
Rina Sa’adah Desak Usut Tuntas Kasus...
Berita Terbaru
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
