DPR Ingatkan Bahaya Penjajahan Digital Bagi Generasi Muda
Kamis, 30 Oktober 2025, 14:37:39 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Tantangan generasi muda di era teknologi kian kompleks. Di tengah kemajuan digital yang memudahkan kehidupan, muncul ancaman baru yang perlahan mengikis nilai-nilai karakter bangsa. Judi online (judol), perilaku konsumtif, dan ketergantungan digital kini mengintai anak-anak sekolah dasar hingga remaja.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti menilai, situasi ini menjadi sinyal kuat bahwa sistem pendidikan nasional perlu segera memperkuat pendidikan karakter berbasis risiko digital.
“Anak-anak sekarang tumbuh dalam dunia digital yang penuh peluang, tapi juga risiko. Maka pendidikan karakter harus direformulasi agar mereka memahami konsekuensi nyata dari perilaku daring seperti judi online, microtransaction, hingga pinjaman digital,” tegas Esti dalam keterangan tertulis, Rabu (29/10/2025).
Menurut politisi PDI-Perjuangan itu, pendidikan karakter tidak boleh hanya menjadi pelengkap kurikulum, melainkan pondasi utama pembentukan adab, kesadaran diri, dan tanggung jawab sosial.
“Karakter adalah modal utama. Tanpa itu, pengetahuan tidak punya arah. Karena itu, pendidikan karakter harus ditanamkan sejak bangku sekolah dasar,” ujarnya.
Esti mencontohkan sistem pendidikan di Jepang yang menempatkan pembentukan karakter di atas kemampuan akademik. Anak-anak di Jepang diajarkan disiplin, kebersihan, dan rasa empati sebelum mempelajari membaca, menulis, dan berhitung.
“Itulah mengapa masyarakat Jepang terkenal dengan attitude yang tinggi. Mereka rela memungut sampah orang lain di tempat umum, bahkan di luar negeri,” ungkap Esti.
Selain peran sekolah, keluarga dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentengi anak dari pengaruh negatif digital.
“Pengawasan anak bukan hanya tugas guru, tapi juga orang tua dan lingkungan sosial. Kami di DPR berkomitmen mendukung kebijakan yang melindungi anak dari paparan digital berisiko,” katanya.
Momentum Hari Sumpah Pemuda 2025 disebut Esti sebagai saat yang tepat untuk merenungkan tantangan baru generasi bangsa.
“Kalau dulu pemuda berjuang melawan penjajahan fisik, sekarang mereka harus melawan penjajahan digital yang lebih halus tapi berbahaya,” ujarnya.
Esti mengajak generasi muda agar menjadi pemuda tangguh secara digital — cerdas memilah informasi, menolak manipulasi, dan menjunjung nilai-nilai kebangsaan.
“Pemuda hari ini bukan hanya harus pintar, tapi juga tangguh dan beretika di dunia digital,” tutupnya (red)
Berita terkait
RUU Komoditas Strategis Dinilai Abaikan Potensi...
Kekerasan Anak di Sekolah Meningkat, DPR...
Geger Ibu Hamil Meninggal Usai Ditolak...
Selly Desak Revisi Jadwal Masyair Demi...
DPR Minta SOP Anti-Bullying Diterapkan di...
Rina Sa’adah Desak Usut Tuntas Kasus...
Berita Terbaru
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
