Berita Senayan
Network

Nihayatul Wafiroh Tegaskan Kiprah Pesantren untuk Bangsa

Muhammad Shofa
Laporan Muhammad Shofa
Minggu, 26 Oktober 2025, 19:46:59 WIB
Nihayatul Wafiroh Tegaskan Kiprah Pesantren untuk Bangsa
Nihayatul Wafiroh



JOMBANG, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh atau yang akrab disapa Ninik, menghadiri Talk Show Nasional dalam rangka memperingati 200 tahun Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Sabtu (25/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Ninik mengulas panjang lebar peran historis pesantren dalam perjalanan bangsa Indonesia serta menyerukan pentingnya penguatan peran santri di berbagai bidang kehidupan.

“Secara historis, peran pesantren itu luar biasa. Sejak pra-kemerdekaan hingga era reformasi sekarang, pesantren selalu hadir di garda depan perjuangan bangsa,” ujar Ninik.

Ia menjelaskan, pada masa pra-kemerdekaan, pesantren menjadi pusat pendidikan dan basis perjuangan rakyat melawan penjajahan. Momentum Resolusi Jihad 1945 yang dipelopori KH Hasyim Asy’ari disebutnya sebagai bukti nyata kontribusi besar pesantren terhadap lahirnya Republik Indonesia.

Menurutnya, di masa Orde Lama, pesantren tetap konsisten mencetak kader bangsa secara mandiri tanpa banyak intervensi negara. Sementara di era Orde Baru, pesantren mulai diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan nasional melalui kebijakan pengakuan ijazah dan kurikulum madrasah.

“Artinya, negara semakin mengakui eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berperan besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelas Ninik.

Namun, ia menyayangkan masih adanya pihak yang tidak memahami hakikat perjuangan pesantren. Ninik menyinggung kasus viral tayangan Trans7 yang dinilai menistakan pesantren.

“Ketika saya melihat itu, saya sungguh kecewa. Ya Allah, segininya orang-orang itu menilai pesantren. Saya sudah biasa dibully, tapi ketika para masyayikh dan pesantren dihina, darah saya mendidih,” tegasnya.

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa itu juga mengungkapkan, setelah dirinya menyerukan audit internal dan eksternal terhadap Trans7, ia justru menjadi sasaran serangan digital.

“Nomor HP saya dihack, disebar ke seluruh Indonesia, ribuan WA berisi caci maki masuk dalam sehari. Tapi semua itu menunjukkan masih banyak orang yang belum paham apa itu pesantren, siapa poro masyayikh, poro nyai yang telah mencurahkan keringat dan air mata mencerdaskan santri-santri bangsa,” ujarnya dengan nada tegas.

Meski mendapat serangan, Ninik mengajak para santri untuk tidak larut dalam amarah dan terus berkontribusi positif bagi negeri.

“Apapun yang menerpa santri, jangan berhenti berkarya. Hidup yang bermanfaat jauh lebih penting daripada sekadar berdiam diri,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Ninik menegaskan komitmennya bersama kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga alumni Tambakberas untuk terus memperjuangkan kepentingan pesantren di parlemen.

“Di PKB, bukan hanya saya yang alumni Tambakberas, ada Bu Ida Fauziyah, Mas Zainul Munasichin, Kiai Maman Imanulhaq, dan Nyai Hindun Anisah. Kami semua insyaallah akan terus berkontribusi. Saya berharap ke depan lebih banyak lagi santri yang masuk parlemen agar kebijakan bangsa ini makin berpihak kepada pondok pesantren, kepada agama, bangsa, dan negara,” tutupnya (red).