Berita Senayan
Network

Gus Mis Sebut Bung Karno Santri Sejati Nusantara

Redaksi
Laporan Redaksi
Kamis, 23 Oktober 2025, 00:22:57 WIB
Gus Mis Sebut Bung Karno Santri Sejati Nusantara
Zuhairi Misrawi (Kedua dari Kiri)



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Zuhairi Misrawi atau Gus Mis menegaskan bahwa Bung Karno bukan hanya pemimpin politik, tetapi juga seorang santri sejati yang banyak belajar dari para ulama besar Nusantara.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Mis dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang digelar DPP PDI Perjuangan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025). Acara ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, para kiai, santri, dan tokoh lintas agama.

“Bung Karno belajar Islam dari guru-guru besar bangsa ini. Dari KH Ahmad Dahlan beliau belajar Islam yang berkemajuan; dari H.O.S. Tjokroaminoto belajar Islam yang membebaskan; dan dari KH Hasyim Asy’ari belajar Islam yang menumbuhkan semangat jihad kebangsaan,” ujar Gus Mis.

Ia menjelaskan, jejak spiritual dan intelektual Bung Karno membentuk karakter kepemimpinannya yang religius, rasional, dan berjiwa kebangsaan.

“Bung Karno rajin mengikuti ceramah KH Ahmad Dahlan di Surabaya ketika masih muda. Dari sana lahir pandangan bahwa Islam harus menjadi kekuatan pembebas dan pencerah, bukan alat pemecah,” katanya.

Menurut Gus Mis, selama masa pengasingan, Bung Karno juga banyak membaca kitab tafsir, hadis, dan sejarah Islam.

“Beliau menelaah kitab klasik seperti Tafsir Al-Maraghi dan literatur Timur Tengah. Dari sanalah Bung Karno memahami Islam sebagai agama kemajuan, bukan kemunduran,” jelasnya.

Dalam pandangan Bung Karno, tambahnya, Islam tidak boleh dipahami secara sempit atau eksklusif, melainkan harus menjadi kekuatan yang mendorong kemajuan peradaban.

“Bagi Bung Karno, iman dan ilmu harus berjalan beriringan. Itulah semangat yang seharusnya diteladani para santri,” ujar Gus Mis.

Ia juga mengisahkan kedekatan Bung Karno dengan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) seperti KH Wahid Hasyim dan KH Masykur. Bahkan menjelang kemerdekaan, Bung Karno sempat menemui KH Hasyim Asy’ari untuk meminta restu perjuangan kemerdekaan.

“Kata KH Hasyim Asy’ari, tidak lama lagi Indonesia akan merdeka, dan Bung Karno-lah yang akan memimpinnya. Itu bukan ramalan, tapi keyakinan spiritual,” tutur Gus Mis.

Ia menegaskan, semangat keislaman Bung Karno adalah semangat yang menyatukan, bukan memisahkan.

“Di PDI Perjuangan, kami berpegang pada ajaran Bung Karno: menggali Islam bukan dari abunya, tapi dari apinya. Islam yang membakar semangat kemajuan dan cinta tanah air,” tegas Gus Mis (red).


Berita terkait

PIRA Wujudkan Amanat Prabowo Lewat Aksi Sosial Berkelanjutan
PIRA Wujudkan Amanat Prabowo Lewat Aksi...
24 November 2025, 18:12:06
Rustini Gaungkan Gerakan Ayo Membaca di Maluku Tengah
Rustini Gaungkan Gerakan Ayo Membaca di...
16 November 2025, 12:07:50