Pengajian Al Hidayah Gelar Muktamar IX, Dorong Regenerasi Kepemimpinan
Senin, 20 Oktober 2025, 17:15:07 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Organisasi masyarakat (Ormas) Partai Golkar, Pengajian Al Hidayah, menggelar Muktamar IX di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (20/10). Ketua Umum Pengajian Al Hidayah Hetifah Sjaifudian mengatakan muktamar kali ini menjadi momentum penting untuk melakukan penyegaran dan regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi yang telah berdiri selama 45 tahun tersebut.
Hetifah menjelaskan, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), jabatan ketua umum dibatasi maksimal dua periode. Karena itu, Muktamar IX juga akan membuka pendaftaran calon ketua umum baru.
“Tujuan muktamar adalah melakukan penyegaran organisasi. Ketua tidak bisa lebih dari dua kali periode, agar terjadi regenerasi dan kaderisasi,” ujar Hetifah usai pembukaan Muktamar IX Pengajian Al Hidayah.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Komisi X DPR RI itu menambahkan, tantangan besar Al Hidayah ke depan adalah memperkuat peran generasi muda agar pengajian tidak lagi identik hanya dengan kalangan senior.
“Kami ingin memudakan organisasi, supaya pengajian tidak dianggap urusan orang-orang sepuh saja,” tambahnya.
Muktamar IX Pengajian Al Hidayah berlangsung selama dua hari, hingga Selasa (21/10), dengan agenda rapat pleno, rapat komisi, dan sesi pengayaan. Materi akan disampaikan oleh perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Lemhannas, serta BRIN.
Menurut Hetifah, rangkaian kegiatan ini bertujuan menyusun program strategis organisasi untuk lima tahun ke depan, sekaligus memperkuat arah perjuangan Al Hidayah dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.
“Pertemuan ini akan diakhiri Rabu mendatang. Setelah itu para peserta kembali ke provinsi dan kabupaten/kota masing-masing,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Hetifah juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, yang berkomitmen memberikan bantuan dana operasional bagi Pengajian Al Hidayah.
“Kami bersyukur, itu rezeki yang tidak diduga. Selama ini Al-Hidayah mandiri secara pendanaan. Bahkan ketika kegiatan di Jawa Barat dihadiri 7.000 orang, mereka datang dengan sukacita tanpa diberi uang transport,” tuturnya.
Dalam sambutan pembukaan Muktamar IX, Hetifah juga memberikan apresiasi kepada seluruh kader Al Hidayah yang tetap aktif selama masa pandemi hingga memasuki era kebangkitan digital.
“Pengajian Al Hidayah hadir bukan hanya sebagai majelis taklim, tetapi sebagai gerakan perempuan yang memperjuangkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, kesetaraan gender, dan kesejahteraan keluarga Indonesia,” pungkasnya (red).
Berita terkait
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
Transmigrasi Patriot Libatkan 2.000 Peneliti Kaji...
PIRA Wujudkan Amanat Prabowo Lewat Aksi...
Pengajian Al-Hidayah Ajak Lansia Hidup Sehat...
Rustini Gaungkan Gerakan Ayo Membaca di...
Berita Terbaru
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
