Bahlil Ingatkan Bahaya Disinformasi, Ajak Al Hidayah Bijak di Dunia Digital
Senin, 20 Oktober 2025, 17:02:54 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap maraknya disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) di ruang digital. Pesan itu disampaikan saat membuka Muktamar ke-IX Pengajian Al Hidayah di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Dalam pidatonya, Bahlil menyoroti derasnya arus informasi di media sosial yang kerap disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks dan provokasi. Ia mengimbau kader Al Hidayah untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak terverifikasi kebenarannya.
“Jangan sampai isi media sosial yang tidak benar dijadikan bahan pengajian. Ini yang harus kita hindari,” tegas Bahlil di hadapan peserta muktamar.
Menurutnya, ruang digital kini menjadi medan baru yang tidak bisa diabaikan, terutama bagi organisasi masyarakat yang aktif di bidang dakwah dan pemberdayaan umat. Karena itu, literasi digital menjadi bekal penting agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam informasi menyesatkan.
Selain memberi pesan soal literasi digital, Bahlil juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras kepengurusan Al Hidayah periode 2020–2025, yang tetap solid meski dilantik di tengah pandemi Covid-19.
“Saya harus mengapresiasi kepengurusan Al Hidayah yang dilantik di masa Covid tapi mampu membawa organisasi ini menjadi luar biasa,” ujarnya.
Golkar Dukung Penguatan Organisasi Perempuan dan Dakwah
Bahlil menegaskan komitmen DPP Golkar untuk memberikan dukungan operasional kepada jajaran DPD Al Hidayah di berbagai daerah. Dukungan itu diharapkan dapat memperkuat peran Al Hidayah sebagai organisasi perempuan yang aktif di bidang dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
“Saya ingin Al Hidayah terus membuat kegiatan positif agar Golkar semakin diterima masyarakat hingga ke tingkat RT dan kelurahan,” ucapnya.
Hetifah: Pengajian Harus Jadi Ruang Edukasi yang Mencerahkan
Ketua Umum Pengajian Al Hidayah Hetifah Sjaifudian menyambut baik pesan Bahlil terkait pentingnya literasi digital bagi organisasi perempuan Islam. Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi, pengajian harus menjadi ruang edukasi yang mencerahkan, bukan justru penyebar kebingungan.
“Kita harus memastikan bahwa kajian dan kegiatan Al Hidayah memberi pencerahan bagi umat, bukan ikut menyebarkan informasi yang tidak pasti,” ujar Hetifah.
Ia menambahkan, selama masa kepemimpinannya, Al Hidayah telah memperkuat jaringan organisasi dan menjalankan berbagai program edukasi serta kesejahteraan masyarakat berbasis dakwah dan pengabdian sosial.
“Kami mengabdi kepada masyarakat, tapi juga berkontribusi untuk menyukseskan program strategis pemerintah,” pungkasnya (red).
Berita terkait
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
Transmigrasi Patriot Libatkan 2.000 Peneliti Kaji...
PIRA Wujudkan Amanat Prabowo Lewat Aksi...
Pengajian Al-Hidayah Ajak Lansia Hidup Sehat...
Rustini Gaungkan Gerakan Ayo Membaca di...
Berita Terbaru
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
