Selly Andriani Desak Hapus Diskriminasi Pendidikan Keagamaan di Indonesia
Rabu, 01 Oktober 2025, 15:49:05 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Badan Legislasi DPR RI Fraksi PDIP, Selly Andriani Gantina, menegaskan perlunya regulasi yang lebih kuat untuk menghapus diskriminasi terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan, khususnya madrasah. Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) di DPR RI, Selasa (30/9/2025).
Menurut Selly, masih banyak pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota yang keliru memandang madrasah hanya sebagai lembaga keagamaan, bukan lembaga pendidikan. Akibatnya, anggaran untuk pendidikan keagamaan sering kali diabaikan dalam alokasi APBD.
“Poin ini seperti menempeleng saya. Jangan sampai madrasah hanya dianggap lembaga keagamaan. Padahal, substansinya adalah lembaga pendidikan yang mencerdaskan anak bangsa,” tegasnya.
Selly menyoroti bahwa meski anggaran Kementerian Agama mencapai Rp86 triliun, hanya sekitar Rp36 triliun yang dialokasikan untuk pendidikan keagamaan. Jumlah tersebut harus dibagi ke seluruh tingkatan pendidikan, mulai dari RA, MI, MTs, hingga MA, termasuk yang berbasis swasta.
“Kalau SD dan SMP ditanggung pemerintah daerah, SMA ditanggung provinsi, dan perguruan tinggi oleh pusat, maka madrasah seluruh jenjang ditanggung Kementerian Agama. Apalagi banyak yang swadaya dan ikhlas beramal. Itu tidak adil,” jelasnya.
Semua Agama Hadapi Masalah Serupa
Ia juga mengingatkan bahwa diskriminasi tidak hanya dialami pendidikan Islam, tetapi juga lembaga pendidikan Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Protestan.
“Masalah ini bukan hanya milik satu agama. Semua pendidikan keagamaan masih diperlakukan diskriminatif. Inilah yang harus kita adopsi dalam regulasi baru,” tambah Selly.
Selly menegaskan DPR melalui Baleg akan mencatat seluruh masukan dari PGMM dan menjadikannya bahan dalam penyusunan regulasi yang lebih inklusif.
“Butuh regulasi yang menguatkan posisi lembaga pendidikan keagamaan agar tidak lagi termarjinalkan. Saya catat semua aspirasi ini, dan ini menjadi tanggung jawab besar kami,” pungkasnya (red).
Berita terkait
RUU Komoditas Strategis Dinilai Abaikan Potensi...
Kekerasan Anak di Sekolah Meningkat, DPR...
Geger Ibu Hamil Meninggal Usai Ditolak...
Selly Desak Revisi Jadwal Masyair Demi...
DPR Minta SOP Anti-Bullying Diterapkan di...
Rina Sa’adah Desak Usut Tuntas Kasus...
Berita Terbaru
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
